Senin, 12 September 2016

TOR (TERM OF REFERENCE)



TOR (TERM OF REFERENCE)
Pembelajaran Majelis GKJ Wonogiri Utara

1.    Landasan  Pemikiran

Pembelajaran Majelis menjadi salah satu rangkaian reorganisasi di bidang pelayanan GKJ Wonogiri Utara. Kegiatan ini menjadi tradisi yang selalu dilakukan sebelum calon-calon terpilih diteguhkan sebagai penatua maupun diaken. Sebagai tradisi, kegiatan ini bukanlah seremonial apalagi sekadar rutinitas semata. Ada makna khusus sekaligus tujuan penting yang hendak dicapai.

Anggota Majelis dan calon terpilih Majelis dirasa penting untuk mendapatkan pembinaan maupun penyegaran kembali berbagai hal di bidang pelayanan. Setiap kali pembelajaran, tema-tema tertentu selalu dijadikan acuan pembelajaran. Tema-tema yang dipilih dalam setiap kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan. Dalam beberapa kesempatan pembelajaran sempat juga dipilih isu aktual sebagai materinya. Harapannya, pembelajaran menjadi salah satu jawaban terhadap persoalan yang dialami umat di tengah-tengah kehidupannya. 

Pembelajaran Majelis tahun 2016 merupakan amanat Sidang Majelis Terbuka tahun 2016. Pembelajaran Majelis merupakan bentuk tanggung jawab organisasi (GKJ Wonogiri Utara) terhadap mereka yang terpilih dalam pemilihan anggota majelis. Tanggung jawab itu diwujudkan dengan cara membekali mereka yang terpilih dan menyediakan diri untuk menjadi pelayanan umat. Bekal tersebut berupa  pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan terhadap tugas dan tanggung  jawab pelayan gereja.

Komisi Studi Pengembangan yang selama ini diberi mandat untuk menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan telah membuat program. Pelaksanaan Pembelajaran Majelis GKJ Wonogiri Utara tahun ini mengacu Rencana Strategis Tahun 2016 – 2020. Renstra GKJ Wonogiri Utara pada kurun 2016 – 2020 mengusung isu strategis mengenai kepedulian. Salah satu kepedulian itu berkaitan dengan pertumbuhan rohani kaum remaja dan pemuda gereja.

Pembinaan rohani remaja-pemuda penting dan mendesak dilakukan. Namun begitu, perlu pemahaman konsep, tujuan, dan strategi yang benar sekaligus sesuai dengan kondisi GKJ Wonogiri Utara. Pemahaman konsep, tujuan, dan strategi yang benar menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan maupun kegiatan. Dengan demikian, program pembinaan rohani remaja-pemuda dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk tujuan itulah Majelis GKJ Wonogiri Utara sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan pelayanan perlu memahami.

Meskipun ada fokus utama, tugas-tugas umum kemajelisan juga harus menjadi perhatian setiap Anggota Majelis GKJ Wonogiri Utara. Tugas-tugas umum perlu disegarkan kembali agar pelayanan di tengah-tengah jemaat tetap bermakna. 

Inilah beberapa hal sebagai dasar pemikiran Pembelajaran Majelis tahun 2016.

2.    Tujuan  

Pembelajaran Majelis GKJ Wonogiri Utara pada tahun 2016 ini mempunyai sejumlah tujuan yang hendak dicapai. Beberapa tujuan tersebut diuraikan di bawah ini.

a.         Agar Majelis dan Calon Majelis GKJ Wonogiri Utara menguasai tugas dan peran kemajelisan.
b.        Agar Majelis dan Calon Majelis GKJ Wonogiri Utara memiliki pemahaman pentingnya pembinaan rohani remaja-pemuda GKJ Wonogiri Utara.
c.         Agar Majelis dan Calon Majelis GKJ Wonogiri Utara memiliki kemampuan  menyusun program pembinaan rohani remaja-pemuda GKJ Wonogiri Utara.
d.        Agar Majelis dan Calon Majelis GKJ Wonogiri Utara mampu melaksanakan program pembinaan rohani remaja-pemuda GKJ Wonogiri Utara.

3.    Tema Kegiatan    :  Pembelajaran Majelis dan calon Majelis GKJ Wonogiri Utara dalam pembinaan remaja-pemuda GKJ Wonogiri Utara

4.    Nama Kegiatan   :    Kegiatan pembelajaran ini diberi nama ‘Pembelajaran Majelis GKJ Wonogiri Utara Tahun 2016’.

5.    Waktu dan Tempat Kegiatan

a.         Hari, tanggal                : Minggu – Senin, 11 – 12 September 2016.
b.        Tempat                        : Wisma Doa Santa Maria , Tawangmangu, Karanganyar.

6.    Pemateri :        

a.         Pemateri 1       : Pdt. Yehezkiel Prasetya Adi, S.Si. ( Tujuan poin a)
b.         Pemateri 2       : Pdt. Handi Hadiwitanto  (Tujuan poin b, c, d)

7.    Bentuk Kegiatan :  Pembelajaran Majelis

8.    Rundown Acara

Minggu, 11 September 2016
No
Pukul
Durasi
Nama Acara
Pembicara
PJ
Keterangan
1
12.00-14.00
120’
Perjalanan Wonogiri Tawangmangu

Bpk. Theofilus
Bpk. Krisdiyasmo

2
14.00-16.00
120’
Pembagian Kamar dan Persiapan

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti

3
16.00-16.30
30’
Ibadah Pembukaan
Bpk. WDH Prasetyo
Bpk. Yunius Budi Setyawan

4
16.30-16.45
15’
Snack

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti

 5
16.45-18.45
120’
Sessi I
Pdt. Yehezkiel
Bpk. Mursid Suroto


6
18.45-19.30
45’
Makan malam

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti

7
19.30-21.30
120’
Sessi II
Ganjar Sungkowo E.
Bpk. WDH Prasetyo
Pedoman Pelayanan di GKJ WU
8
21.30-22.00
30’
Ibadah Malam
Bpk. Indrarso
Bpk. Krisdiyasmo



Senin, 12 September 2016

No
Pukul
Durasi
Nama Acara
Pembicara
PJ
Keterangan
1
06.30-07.00
30’
Ibadah Pagi
Bp. Agur Suharno
Bpk. Nathanael Ch

2
07.00-07.45
45’
Makan Pagi

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti

3
07.45-09.45
120’
Sessi 3
Pdt. Handi
Bpk. Ely Prihmono SP

4
09.45-10.00
15’
Snack

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti

 5
10.00-12.00
120’
Sessi 4
Pdt. Handi
Bpk. Ely Prihmono SP

 6
12.00-12.30
30’
Penutupan
Bpk. Sumarmo
Bpk. Yunius Budi Setyawan

7
12.30 …

Makan siang dan persiapan cek out

Ibu Khristiana dan Ibu Sri Susanti


9.    Penutup
Demikian TOR (Term of  Reference) ini disusun untuk menjadi acuan presentasi materi, visualisasi, maupun detail acara. Semoga TOR ini bermanfaat.

Jumat, 25 Maret 2016

Gangsal Atus Mawon



Gangsal Atus Mawon

Hari semakin siang. Mendung hitam menggayut. Sebentar lagi pasti akan turun hujan yang sangat lebat. Bergegas meja kurapihkan. Komputer proses shut down. Sejenak kemudian aku keluar ruang kerja.

Sampai di gerbang kantor, rintik hujan mulai menetes. Masker dan topi yang setiap hari melengkapi uniformku kukenakan. Itu pun sambil berjalan dengan tergesa. 

Sampai di jalan raya, rintik hujan makin deras. Kucari pepohonan yang lebih lebat daunnya untuk berteduh. Sambil menanti kedatangan bus yang akan kutumpangi pulang ke rumah.

Saat itulah tiba-tiba muncul Piyayi Sepuh. Berbaju rombeng, celana jeans compang-camping. Tangan kirinya menggenggam tas kresek hitam dan payung butut yang terlipat. Tangan kanannya kemudian diulurkan ke arahku. Minta sesuatu.

Den. Paringi arto gangsal atus kemawon. Yen mboten enten nggih mboten nopo-nopo.”

Di saku baju seragamku tersedia empat lembar dua ribuan untuk ongkos naik bus. Biasanya cukup membayar tujuh ribu rupiah, sudah sampai di rumah. Sudah jadi kebiasaan, ongkos bus kusiapkan. Dompet ada di dalam tas.

Kuambil selembar dua ribuan dan kuserahkan ke Piyayi Sepuh. 

“Kok kathah sanget Den. Gangsal atus mawon.”
“Ditampi mawon, Pak.”
 “Matur nuwun sanget, Den. Mugi-mugi tansah pinaringan rejeki, bagas waras, ....”

Bus yang kunanti akhirnya datang. Tiga lembar dua ribuan kulipat dan kubayarkan kepada kondektur saat aku dimintai bayaran.

Catatan bijaksana:
Permohonan yang kita sampaikan dalam doa-doa kita selama ini banyak yang dipenuhi. Namun begitu, selalu saja rasa kurang yang kita rasakan.  

Surakarta, 24 Maret 2016

Rabu, 02 Maret 2016

Priyayi Sepuh

Ternyata Bukan Kereta Api

Priyayi Sepuh hari ini berniat bepergian ke Surabaya. Pagi itu semua persiapan telah selesai. Berangkatlah dengan isteri tercinta ke jalan raya jurusan Surabaya. Dengan berkacamata hitam disusurinya gang sempit dari rumahnya itu. Tak berapa lama sampailah mereka berdua di pinggir jalan raya, tempat bus umum jurusan Surabaya.

Sejenak kemudian, lewatlah sebuah bus. Awalnya ia merentangkan tangan. Maksudnya meneyetop bus itu. Ketika bus berhenti ia hanya diam saja. Tak ada niat dan tanda-tanda akan naik bus itu. Kenek bus pun turun. "Tindak pundi Yang Kung? Monggo taksih kathah kursi kosong lho."

Priyayi Sepuh hanya menggelengkan kepala. Untuk mempertegas bahwa dia tidak berniat naik bus, ia menggerak-gerakkan tangannya tanda tidak akan naik bus itu. Kenek penasaran karena awalnya Priyayi Sepuhlah  yang menyetop bus. "Tindak pundi to Yang Kung?"

"Nyuwun pangapunten, Mas. Kulo mung mbuktekaken omongane konco kulo. Yen ono kendaraan gelem disetop berarti bus. Ning yen disetop ora gelem mandhek berarti sepur. Niki wau senes sepur nggih, Mas?"

"Dasar Piyayi Sepuh!" umpat kenek bus.


Surakarta, 3 Maret 2016        

Rabu, 10 Februari 2016

aku lupa mengatakan kepadamu

aku lupa mengatakan kepadamu

aku lupa mengatakan kepadamu
bahwa kita akan bertemu 
di ruangan sempit ini
kelas tempat kita belajar mengeja 
alif ba ta 
yang tak pernah tamat
karena kecerdasan kita hanya 
diukur lewat penguasaan 
logaritma dan hitungan aljabar
aku lupa mengatakan kepadamu
jika kita harus bersua 
dipetak sumpek ini 
tempat kita berolah cita dan rasa
melagukan tembang mijil hingga megatruh 
yang tak pernah benar-benar kita kunyah 
karena cita-cita kita hanya dibatasi profesi
dokter dan insinyur
aku lupa mengatakan kepadamu
kalau kita berjanji di hari sabtu
padahal aku tahu jadwalmu 
takkan pernah ada keringat di hari itu
sementara aku seorang guru
yang tidak mengenal hari minggu
maaf
aku lupa mengatakan kepadamu

27 Januari 2016

Belajar Membaca

Belajar Membaca
pagi ini kerja sengaja bersepeda
ada tiga hal yang menarik selama perjalanan
wanagiri ke kota sala
sebuah mobil angkutan barang
terlihat oleng kanan-kiri
ada tiga kemungkinan yang bisa dibaca
sopir mabuk ngantuk atau
baru belajar mengemudi
seorang pengendara motor
mematut diri dengan sepatu boot tinggi
ada tiga kemungkinan yang bisa dibaca
pemotor kedinginan salah kostum atau
tuntutan keamanan di jalan
seorang nenek renta
menyeberang jalan raya dengan motornya
ada tiga kemungkinan yang bisa dibaca
lansia sebatang kara sedang tergesa atau
menikmati pagi cerah
pagi ini sengaja bersepeda
dari wanagiri sampai ke sala
belajar dari tiga peristiwa
sopir yang belajar membaca marka
pemotor yang belajar membaca cuaca dan
nenek renta yang belajar membaca batas usia