Senin, 12 Desember 2011

देफ्फिसिलिया कुए pulchra

defficilia quae pulchra

panggilan tunda itu menyisakan tanda tanya
kucoba berburu berita pemuas lega
dan semua tentang jakarta
... harapan yang pernah reda
terima kasih harmas osa gaby mahla
penyemangat yang terus menyala
terimakasih muridmurid
penantang kreasi dan inovasi yang terus melejit
awal berat berlalu berubah harap
jakarta aku terima tantanganmu kali kedua

न्यान्यियन hujan

nyanyian hujan

gemuruhmu adalah semarak genderang tingkap baja
gempitamu bagai mars penyumbat gendang telinga
deras basahmu yang menderu riuh
menggugah hasratku yang sempat teduh
di antara tiup angin dan suarasuara semayup
tempiasmu menjebakku dalam kuyup

Selasa, 08 November 2011

हुजन बुलन november

hujan bulan november

matahari terjebak dalam lingkaran putih
dan mendung yang menggantung mengurungku tertatih
ransel yang memeluk punggungku dalam letih
memberat karena sarat muatan lebih
namun tempias air menjaga pikiran dan mataku tetap jernih

refleksi

renungan kematian
(sebuah refleksi atas banyak kematian)

seorang suami selalu bertanya pada isterinya sebelum meninggal:
apa pendapatmu tentang mengharap lebih dari yang dibutuhkan?
... : berharap lebih dari yang dibutuhkan adalah sifat penuntut
apa pendapatmu mengenai meminta lebih dari yang seharusnya diterima?
: meminta lebih dari yang seharusnya diterima adalah sifat serakah
apa pendapatmu terhadap orang yang bertindak lebih dari kewenangan?
: bertindak lebih dari kewenangan adalah sifat megaloman
apa pendapatmu terhadap keinginankeinginanku terhadapmu?
: aku mungkin harus mati hari ini agar kamu sadar
bahwa keinginanmu sudah kupenuhi

पेर्मैनन kata

permainan kata

panjang pendek perjalanan bukan jauh dekat jarak tempuh
dalam cetek pengalaman bukan persoalan lama berkayuh
saat banyak dermaga pilihan tentukan tempatmu berlabuh

Jumat, 14 Oktober 2011

सेदेम properamus

sedem properamus

matahari bertengger di ubunubun
liang lahat secangkulsecangkul ditimbun
bayang mbah mitro mengayun
serius aut citius sedem properamus ad unum

Minggu, 02 Oktober 2011

हरी perayaan

hari perayaan

kembali berdiri di hadapanmu muridmurid
dunia seakan tertawa sepanjang hari
binarsinar matamu adalah matahari setiap hari
senyum dan celotehmu sumber energi tiada henti
keusilanmu menjadi pemompa nadi yang takpernah berhenti